Sukapura,Probolinggo,Jawa Timur,Untuk Orang Seperti saya yang lahir di sana,Hampir tiap Tahun ke sana,untuk sekadar menyambung tali silaturahmi di rumah nenek,bagai sebuah小说sastra yang perlu berkali-kali membacanya。 Setiap pulang ke rumah nenek selalu merasa ada halaman baru yang belum dirambah。 Setiap berkunjung bahkan ada halaman喇嘛yang perlu dibaca ulang selalu saja ada kejutan kecil sampai besar yang memberi wawasan baru tentang tanah tanah kelahiran。
Kali ini saya berkesempatan untuk mengunjungi gunung Bromo bersama ketiga teman saya。 Kami singgah dan menginap di kediaman nenek saya di desa Sukapura。 Desa yang terletak di kaki gunung Bromo ini telah berkembang dari tahun-tahun sebelumnya。
Banyak pemuda disini yang giat bekerja,walaupun mereka masih mengenyam pendidikan di bangku sekolah tetapi semangat untuk bekerja sudah ada sejak dini。 Beberapa ada yang menjajakan perlengkapan hangat –Masker,sarung tangan,kaos kaki,syal,penutup kepala和telinga。 Pemuda desa kini bersemangat dan berbaur menyiapkan apa yang dibutuhkan wisatawan selama di kawasan wisata Gunung Bromo。
Selain itu diantara mereka ada juga yang telah memiliki keterampilan mengemudikan kendaraan berpenggerak 4 roda,yang nantinya akan disewakan untuk men yelajahi kawasan wisata Taman Nasional Bromo Tengger Semeru。 Tidak ketinggalan juga bagi yang memelihara kuda,kuda-kuda mereka bisa disewakan kepada wisatawan ketika hendak mendaki gunung Bromo menuju kawahnya。
“ Saat ini sudah banyak wisatawan扬大唐,吉普sudah habis,malam ini puncak penanjakan akan ramai dan macet,kalau bisa pergi ke Bromo nya diundur besok saja,” begitu suara paman dalam gawai saya ketika kamp mami。
萨蒂·伊尼·汉普蒂·塞蒂亚普·哈里·维萨塔·古隆·布罗莫·迪昆琼吉·维萨塔万。 Saya menemui Har,Pamansaya yang juga adalah pengemudi landcruiser 4×4,Har mengatakan bahwa hari ini mengalami puncak jumlah wisatawan。 Kami datang pada saat libur panjang Natal和Tahun Baru。
Kami memang sudah siap akan resiko jika berwisata disaat musim liburan。 Kami lalu sepakat akan tetap berangkat apapun resikonya。 Saya percaya bahwa di desa ini selalu ada kejutan yang akan menanti kami nantinya。 Hal tersebut sudah saya alami beberapa kali setiap saya mengunjungi desa ini apalagi di wisata Gunung Bromo。 塞珀蒂·扬·特拉·塞瓦·乌卡普坎·塔迪(Seperti yang telah saya)
Kami bertolak dari kediaman nenek menggunakan kendaraan yang dikemudikan oleh paman saya。 Waktu menunjukkan pukul 2 pagi,Waktu Yang tepat untuk segera berangkat naik。 Setelah sekitar 40 menit,卡米提巴·迪卡瓦桑·古隆·布罗莫。 Memang benar apa yang dikatakan oleh paman saya bahwa kawasan ini telah penuh dengan wisatawan。
Alhasil,Kami Tidak Bisa untuk Mendapatkan现货杨梅纳里克untuk Menikmati日出。 Tetapi Har tidak kalah akal,dia menurunkan kami di satu tempat yang bagi saya sendiri masih asing。 “迪西尼·比萨·利哈特(Disini bisa lihat)日出,卡劳·毛·奈克·拉吉·苏达·马凯特,南蒂·苏萨·瓦克图·图伦,荷鲁斯·安特里。”卡塔·哈尔。